GNPK: Tujuh Kasus Korupsi Jadi Sorotan

Ketua GNPK Kepri, Muhammad Agus Fajri. (Dok Pribadi)

* Hari Anti Korupsi Sedunia 2021 di Batam dan Kepri

PenajamNews.com, BATAM – Sekurang-kurangnya 7 kasus korupsi yang sebagian di antaranya telah diadili, diminta segera dituntaskan Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam. Hal itu jadi prioritas penuntasan sehubungan dengan Hari Anti Korupsi se-Dunia  di Kepri dan Batam.

”Tema Hakordia (Hari Anti Korupsi se-Dunia) tahun ini yakni: Satu padu bangun budaya anti korupsi, sangat tepat utk memotivasi para penegak hukum. Dengan peringatan Hakordia kali ini, kami dari GNPK berharap pihak Kejaksaan Negeri maupun Kejaksaan tinggi tidak membiarkan sederet kasus korupsi mengambang begitu saja,” kata Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Kepulauan Riau, Agus Fajri, kepada wartawan di Batam, Kamis, 9/12/2021.

Spanduk Harkadia 2021 GNPK Kepri di Kantor Kejari Batam. (PenajamNews)

GNPK sebagai bagian dari wujud partisipasi masyarakat dalam pemberantasan korupsi, melihat adanya pembiaran dalam sejumlah kasus korupsi, baik yang sudah sempat diproses hingga ke pengadilan, maupun yang masih dalam penyelidikan. ”Tidak dapat dibenarkan, jika aparat kejaksaan seolah lepas tanggungjawab dalam tindak pidana korupsi yang dilakukan aparatur negara maupun korporasi yang melaksanakan sejumlah proyek pemerintah,” ucap Agus Fajri.

Sehubungan dengan hari Anti Korupsi, GNPK Kepri mengingatkan Kejaksaan dan masyarakat, bahwa korupsi terus jadi musuh pembangunan. Wujudnya, GNPK memasang sejumlah spanduk Harkadia yang berisi Tuntaskan Kasus Korupsi: (1) Dana BOS di SMA Negeri 1 Batam, (2) Korupsi dana DAK Pembangunan Rumah Tak Layak Huni, (3) Korupsi di PLN, antara lain dugaan tipikor pengembangan pajak, (4) Korupsi Lelang SPAM, (5) Korupsi dana Bansos Covid-19 yg kini dipeti-eskan Kejaksaan, (6) Korupsi kejahatan Lingkungan Hutan Mangrove, dan (7) Korupsi Kasus Konsumsi DPRD Kota Batam.

Kantor Kejari Batam. (PenajamNews)

Ketujuh kasus itu, menurut Agus, mestinya diprioritaskan untuk dituntaskan. Bagaimana bisa, aparat yang membuat aturan dan kebijakan, dibiarkan tanpa tanggung jawab dan tanpa merasa berdosa, terus-menerus menguras uang rakyat. ”Itu (uang yang dikorupsi) uang rakyat yang menjadi harapan dan kekuatan untuk mengembangkan ekonomi rakyat. Jika dikorupsi, lalu kasusnya didiamkan, mau jadi apa negara kita,” tanya Agus.

Momentum Harkadia 2021 ini, kata Agus, merupakan peristiwa penting, mendorong Kejaksaan dan penegak hukum lainnya untuk menyeret para pelaku korupsi ke pengadilan dan selanjutnya dijatuhi hukuman sesuai dengan perbuatannya. ”Apa itu, pejabat di legislatif dan yudikatif, serta di perusahaan milik BUMN dibiarkan melenggang tanpa diadili sementara uang rakyat terus dikorupsi,” katanya.

Spanduk Harkadia 2021 GNPK di jalan kawasan Batam Center. (PenajamNews)

GNPK, selain mendesak Kejari Batam, juga mendesak Kejari Kepri agar menuntaskan kasus Korupsi Tunjangan Perumahan Anggota DPRD Kabupaten Natuna yang telah disidik. ”Jangan dibiarkan pejabat dan pengusaha yamg mengemplangnuang rakyat yang sedang susah, lalu pelakunya dibiarkan leluasa dan bahkan memegang jabatan. Kondisi inienjadikan rakyat pesimis dan bahkan hilang kepercayaan kepada pemerintah dan negara,” pungkas Agus.

Tema Anti Korupsi

Hari Anti Korupsi Sedunia 2021 diperingati setiap tanggal 9 Desember. Peringatan ini dibuat untuk menyoroti hak dan tanggung jawab pejabat pemerintah, pegawai negeri, aparat penegak hukum, perwakilan media, sektor swasta, masyarakat sipil, akademisi, hingga publik dalam menanggulangi korupsi.

Diperingatinya Hari Anti Korupsi Sedunia 2021 berangkat dari fenomena sosial, politik dan ekonomi yang mempengaruhi negara di dunia. Selain merusak demokrasi, korupsi memperlambat pembangunan ekonomi dan berkontribusi pada ketidakstabilan pemerintah.

Di sisi lain, korupsi pun menyerang lembaga-lembaga demokrasi dengan mendistorsi proses pemilu, memutarbalikkan supremasi hukum, serta menciptakan birokrasi suap. Ironisnya, korupsi juga menghambat pembangunan ekonomi. Inilah sebab Hari Anti Korupsi Sedunia masih diperingati.

Lantas, seperti apa serba-serbi Hari Anti Korupsi Sedunia 2021? Mari simak rangkuman di bawah ini.

Kantor Kejari Batam. (PenajamNews)

Hari Anti Korupsi Sedunia 2021: Begini Awal Mula Sejarahnya. Melansir situs United Nations, peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia mempunyai perjalanan yang cukup panjang. Tanggal 31 Oktober 2003 lalu, Majelis Umum mengadopsi Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menentang korupsi. Majelis Umum juga meminta Sekretaris Jendal menunjuk kantor PBB sebagai sekretariat konferensi sekaligus kantor yang menanggulangi narkoba dan kejahatan (Nations Office on Drugs and Crime).

Majelis Umum PBB juga menetapkan 9 Desember sebagai Hari Anti Korupsi Sedunia. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap korupsi dan peran konvensi dalam memerangi dan mencegahnya. Untuk diketahui, Hari Anti Korupsi Sedunia mulai ditetapkan sejak Desember 2005.

Hari Anti Korupsi Sedunia 2021: Kampanye-Tema yang Diangkat Kampanye Hari Anti Korupsi Sedunia 2021 berlangsung selama enam minggu. Kampanye ini dimulai pada awal November, bertujuan untuk menyoroti peran pemangku kepentingan dan individu dalam mencegah sekaligus melawan korupsi.

Tahun ini Hari Anti Korupsi Sedunia 2021 mengusung tema “Hak Anda, Peran Anda: Katakan Tidak Pada Korupsi”. Setiap minggunya, kampanye tahun ini fokus pada salah satu topik permasalahan. Adapun topik permasalahan yang dibahas pada Hari Anti Korupsi Sedunia 2021 yakni:

Pendidikan dan pemuda
Olahraga
Gender
Sektor swasta
Covid-19
Kerjasama internasional

Illustrasi tindak pidana korupsi. (Istimewa)

Kampanye Hari Anti Korupsi Sedunia 2021 bertujuan untuk berbagi praktek, memberi contoh pencegahan serta pemberantasan korupsi di seluruh dunia. Dalam pelaksanaannya, hal ini dilakukan melalui penguatan kerja sama internasional melawan korupsi, menangani keterkaitan dengan bentuk kejahatan lain, memungkinkan pemulihan dan pengembalian aset yang dirampas, mengembangkan solusi inovatif, memajukan pencegahan melalui pendidikan, memanfaatkan keterlibatan pemuda, serta mobilisasi sekutu dalam masyarakat sipil, akademisi dan sektor swasta.

Hari Anti Korupsi Sedunia 2021 juga dikenal sebagai UNGASS. Informasinya dapat disimak di halaman berikutnya.

Salah satu strategi untuk mengatasi tantangan korupsi yakni melalui sidang khusus Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Mengacu laman transparency.org, lembaga ini menjadi lembaga pertama dalam melawan korupsi, sehingga kini keberadaannya dikenal sebagai United Nations General Assembly Special Session against Corruption (UNGASS) 2021.

Hari Anti Korupsi Sedunia 2021 juga melihat bahwa tak sedikit pejabat publik yang merampas aset masyarakat. Faktanya, hal ini memicu korupsi di lingkup pejabat.

Pada Hari Anti Korupsi Sedunia 2021, UNGASS menyoroti tiga reformasi utama yang perlu disepakati pada beberapa bulan mendatang. Harapannya, tahun ini dapat menjadi momentum yang berhasil menerobos hambatan dan korupsi. Ketiga reformasi itu adalah:

Transparansi dalam kepemilikan perusahaan
Keadilan
Pemulihan aset yang dicuri

Demikian sejarah hingga serba-serbi Hari Anti Korupsi Sedunia 2021. Mari dukung kampanye ini agar kesadaran publik terhadap korupsi kian meningkat.

(Redaksi)