* Hotel Satria Karimun Dituding Sarang Perjudian
PenajamNews.com, KARIMUN – Ketua Barikade ’98 Kepulauan Riau, Rahmad Kurniawan alias Iwan Gondrong, meminta Kepala Kepolisian RI segera menginstruksikan jajarannya menutup perjudian di Karimun. Hotel Satria Karimun dituding menjadi sarang perjudian di kota itu.
”Kami dari Barikade ’98 meminta Kapolri cq Kapolda Kepri, dan Kapolres Karimun, segera melakukan penahanan terhadap pengelola hotel dan pemiliknya atas tindak pidana perjudian di Hotel Satria Karimun. Kami juga meminta Bupati Karimun, cq Bidang Perijinan dan Pariwisata segera melakukan penyegelan tempat usaha bersama satpol PP agar tempat tersebut segera ditutup hingga batas waktu yang tidak ditentukan,” ucap Rahmad Kurniawan kepada pers, di Karimun, Rabu, 2/3/2022.


Masalah perjudian di Karimun, kata aktivis pemuda yang sering dipanggil Iwan itu, telah menjadi penyakit masyarakat yang sulit diberantas di Karimun. Pihaknya menduga banyak aparat yang turut terlibat, sehingga tidak mampu bertindak tegas. ”Barikade ’98 meminta segera semua tempat usaha yang telah menyalahi aturan dan Perda di Karimun, ditutup. Kejadian serupa, yakni tindak kriminal telah sering terjadi di lokasi perjudian, selain menjadi peredaran narkoba dan prostitusi terselubung,” ujar Iwan.
”Mereka tidak mudah tersentuh hukum, karena para big bos judi di Provinsi Kepri (Karimun) selalu mengatakan sudah menyetor ‘upeti’ kepada Mabes Polri, Polda Kepri dan Polres, sehingga kasus judi jarang sampai ke pengadilan.”
Sebelumnya diberitakan sejumlah media, kasus penganiayaan terhadap dua orang pelajar berinisial HK (20) dan DN (19). Keduanya dihajar hingga babak belur oleh sejumlah orang di Arena Permainan Judi Hotel Satria, Karimun. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (26/2/2022) malam. Akibatnya, sejumlah lembaga, baik dari daerah maupun dari tingkat nasional meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo segera menutup Hotel Satria Karimun.

Ironisnya, pemilik dan pengelola hotel itu bersikap arogan terhadap masyarakat yang melayangkan protes. Hingga, dalam satu rilis, Dewan Pimpinan Pusat Corruption Investigastion Commiittee (CIC) menyebut aksi penganiayaan terhadap dua remaja pelajar itu berawal dari munculnya hutang korban akibat perjudian. Hutang remaja yang menjadi korban penganiayaan itu menyebabkan pengelola arena permainan judi di Hotel Satria Karimun melakukan penganiayaan.
Selain Barikade 98, lembaga CIC, seperti disampaikan pimpinannya, DJ Sembiring, mengutuk keras penganiayaan itu. ”CIC mengharapkan agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowi segera menutup tempat Permainan Perjudian tersebut, karena sudah meresahkan masyarakat setempat. Hal ini membuat masyarakat di sini geram dan mengutuk atas terjadinya pemukulan atau penganiayaan terhadap masyarakat di dalam arena permainan itu,” tegas Wakil Ketua Umum CIC DJ Sembiring, seperti diberitakan salah satu media online.

DJ Sembiring juga menyebut arena permainan di hotel Satria Karimun merangkap sebagai tempat pesta peredaran narkoba. Sementara pemiliknya, yang dipanggil dengan Edy Atoy, mengaku telah memiliki izin dari pihak Polda Kepri dan Mabes Polri. ”Aneh, jika Mabes Polri dan Polda Kepri memberi izin untuk tempat perjudian dan peredaran narkoba,” ungkap Iwan.
Sebagaimana disinyalir banyak pihak, tudingan CIC bahwa pemilik usaha perjudian dan peredaran narkoba itu, akibat pengabaian, sehingga dspemilik merasa kebal hukum. ”Mereka tidak mudah tersentuh hukum, karena para big bos judi di Provinsi Kepri (Karimun) selalu mengatakan sudah menyetor ‘upeti’ kepada Mabes Polri, Polda Kepri dan Polres, sehingga kasus judi jarang sampai ke pengadilan,” ungkap DJ Sembiring dari CIC.
”Ini merupakan persoalan pidana, bukan saja persoalan perijinan tempat usaha saja. Tapi arogansi pelanggar hukum yang menimbulkan hilangnya wibawa aparat,” tegas Iwan.
Untuk mengonfirmasi sikap pengelola dan kondisi Hotel Satria Karimun yang dituding sebagai sarang perjudian dan peredaran narkoba, media ini berupaya meminta tanggapan pengelola melalui pesan singkat, namun tidak mendapat tanggapan. Salah seorang pengelola, Vincent, ketika ditanya soal perjudian dan peredaran narkoba, serta pemukulan terhadap dua remaja, Vincent tidak menanggapi konfirmasi dari PenajamNews.com.
(Redaksi)













